Pembangunan masih Terpusat di Jawa
INILAHCOM, Jakarta - Ekonom Indef (Institute for Development on Economics and Finance) Didik J Rachbini menilai, pola pembangunan Presiden Jokowi tak ada perubahan dengan presiden sebelumnya.
Kata Didik, hal ini terlihat dari penyebaran pembangunan yang tidak merata, hanya terpusat di Pulau Jawa.
"Tidak ada beda, polanya sama. Pembangunan hanya berfokus pada Jawa sentris. Akibatnya pembangunan tidak merata. Inilah yang menyebabkan kesenjangan ekonomi meningkat," kata Didik di Kantor Indef, Jakarta, Jumat (16/10/2015).
Menurut mantan Anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) di era Presiden SBY itu, porsi pembangunan terbesar masih terjadi di Jawa Barat sebesar 32%, sedangkan posisi kedua ditempati Jawa Timur 27 sebesar 27%.
"Setahun ini, khususnya persebaran pembangunan di pemerintahan Jokowi-JK, enggak ada bedanya dengan era Presiden Soeharto, Habibie, Megawati atau siapa saja. Semuanya masih terpusat di Jawa. Lihat saja, pembangunan terbesar ada di Jawa Barat sekitar 32,156 persen. Kedua di Jawa Timur 27 persen," kata Didik.
Sementara itu, kata Didik, daerah-daerah yang persebaran pembangunannya berada di posisi buncit adalah Maluku, Gorontalo, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Tengah.
"Misalnya, pembangunan di Jawa Tengah itu 21 persen, sedangkan Sumatera Utara itu hanya 5 persen. Ini kan ketimpangannya yang sangat jauh. Ini membuktikan, setahun Jokowi, pembangunannya masih terpusat di Jawa, enggak ada bedanya dengan presiden lain," kata Didik. [ipe]
Read More : Pembangunan masih Terpusat di Jawa.
0 komentar:
Posting Komentar